Pola Hidup Sehat Cara Hemat

Apa yang ada dibenak anda ketika orang lain bertanya, bagaimana cara hidup sehat ? ketika itu anda akan bertanya pada diri anda sendiri bagaimana pola hidup anda sehari hari ? setiap orang mempunyai cara yang berbeda untuk menjalani pola hidup sehat ini. Ada dua hal penting yang sangat berpengaruh di dalam pola hidup anda yaitu jiwa dan raga. Diantara jiwa dan raga terdapat hal yang harus diperhatikan, yaitu kesadaran diantara keduanya.
Kesadaran merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan di dalam pola kehidupan anda. Misalkan saja anda membayangkan memakan jeruk yang sangat asam, tetapi pada kenyataannya anda belum memakan jeruk tersebut, dan anda seakan sudah merasakan jeruk yang asam tersebut. Seperti itulah dapat diumpamakan. Jadi bisa dikatakan pola hidup sehat dikatakan sebagai bagaian dari jiwa dan raga, yang diantara nya terdapat kesadaran baik jasmani maupun rohani.
Simpulannya yaitu kunci hidup sehat itu hanya tiga yaitu jiwa, raga dan kesadaran.

Desain dan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi Jaringan Distribusi

Awalnya merasa aneh mengikuti pelatihan ini, tapi itu hanya awalnya. Hehehe. Diluar dari biasanya, memang masih awam mengenai pelatihan ini hehehe. Semakin dipelajari semakin penasaran hehehe. Untungnya ada senior senior yang lebih berpengalaman yang mau membimbing, selain itu saya mendapatkan banyak teman baru disana.
Diawali dengan pengenalan materinya, mulai mengantuk. Heheheh. Tapi saya tetap berusaha menyimaknya. Hehehe. Tempat pelatihannya seru. Serasa pelatihan sekaligus liburan disana.
Banyak hal yang dapat saya pelajari dari pelatihan kemarin. Terutama mengenai praktikum dilapangannya. Memang sebenarnya belum memahami banget sih mengenai teorinya. Tapi setelah teori, dengan praktik nya saya dapat lebih paham lagi. Apalagi belajar bareng bersama .
Kembali lagi ke pokok pembahasan, adapun hal-hal yang saya pelajari yaitu mengenai bagaimana konstuksi jaringan distribusi itu beserta komponen komponen pendukungnya. Intinya yaitu bagaimana standart konstruksi yang benar. Misalnya pemasangan treck schoor pada jaringan yang underbuild, pemsangan binding wire side tie/ top tie. Tetapi pada kenyataannya, berdasarkan pengalaman senior kami, teori dan di lapangan tidak begitu sepenuhnya dapat diterapkan.

Menghitung SAIDI SAIFI Berbasis APKT SAIDI SAIFI

Kita sebagai manusia tentunya menginginkan segala sesuatu nya mudah sehingga segala sesuatu pekerjaan dapat terbantu. Tentu nya untuk memudahkan segala sesuatu nya, kita harus melalui proses yang cukup dengan modal perjuangan dan tetap semangat maju terus pantang mundur. Ya begitu lah sedikit alay. Sama hal nya dengan menghitung SAIDI/SAIFI ini. Setiap hari bahkan setiap saat kita pasti berkutan dengan yang namanya SAIDI/SAIFI, gangguan penyulang dan lainnya yang terkait. Terus berulang ulang. Bagaimana caranya agar semua tidak se susah/seruwet yang kita bayangkan ? ya buat lah dengan menyederhanakannya menjadi sebuah program menghitung SAIDI/SAIFI. Saat ini PLN mulai merintis perhitungan SAIDI/SAIFI berdasarkan Program APKT yang sebelumnya memang sudah dimiliki PLN. SAIDI/SAIFI ini disisipkan didalamnya. Semoga saja bisa berjalan dengan lancar.
Tentunya, tidak semua orang bisa Bahasa pemrograman/membuat program/yang mengerti program. Jangan khawathir ya, kita bisa saja meminta bantuan programmer atau orang yang berkompeten. Jangan takut untuk menunangkan ide ya, walapaupun daya mampu kurang dari ide yang kita punya heheh. Kita kerja TEAM kok heheh.
Dari sekilas penjelasan yang saya dapatkan, program ini sangat bermanfaat dan berguna sekali. Apalagi kita tidak perlu menghitung SAIDI/SAIFI secara manual lagi setiap bulannya. Enakkan ? nah, tapi membangun system kerja seperti ini harus berjuang dulu. Belajar dan terus belajar untuk mengerti dalam pelaksanaannya. Semangat !!

Dalam membangun SAIDI/SAIFI ini yang kita perlu tau dan paham juga kita siapkan adalah :
1. Mengerti sistem kelistrikkan di wilayah kerja tersebut. Karena dari single line diagram kita menentukan feeder, section, segment serta subsegment dan percabangan-percabangan nya.
2. Mengetahui aset yang real (baik data dari AMG dan data dari Rayon harus dikonsultasikan siapa tau terjadi selisih)
3. Mengerti konfigurasi jaringannya ya.

Itu saja kok. Yang penting jangan malu bertanya dan banyak banyak mencari tahu. Okay ? oya, ini bisa jadi ide untuk membuat tugas akhir/skripsi atau tesis mungkin ? hehehe. Ya bisa dikembangkan lagi. Apakah mau di online kan ? jaringan online berbasis GSM/SCADA agar bisa real time ? boleh juga kok ! semangat… atau mungkin ada ide yang lebih bagus ? ayo kembangkan ide mu.
Besok kami mau verifikasi data master APKT SAIDI/SAIFI ke PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Kupang lho bersama TEAM kami. TEAM SAIDI SAIFI PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) semoga bisa berjalan lancar ya ! ALL IS WELL , DON’T BE THE BEST BUT DO THE BEST ! 🙂

Inspeksi Kekinian Drone VS Tongsis, Efektif Mana ?

Drone Dewasa ini kekiniian sudah menjadi trend di kalangan para alayers se Indonesia bahkan seantero jagat raya. Nah bagaimana kita sebagai generasi muda memanfaatkan alayers kekiniian dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat ? ya tentu saja dengan kerja sama team dari alayers. Nah, kami team distribusi di wilayah kami tentunya (ya sebut saja wonderfull island). Kami diam di wonderfull island ini, dengan keadaan geografis yang beragam. Perkembangan dari kekiniin ini harus kita gali untuk memanfaatkannya jadi hal yang positif. Misalnya saja, di zaman sekarang ini para kekinian mempunyai kebutuhan pokok, yaitu “Listrik”. Sering foto-foto ? Narsis-narsis an ? yui benar sekali. Itu lah para kekinian di zaman sekarang. Tentunya perlu listrik? Dalam bentuk baterai kah? Power bank kah ? atau charger hand phone kamu dan power bank kamu , baterai kamera kamu ? dan gadget lainnya ? pasti perlu energy listrik kan? Nah, itu dia. Hayo kita membuat gagasan bersama bagaimana ya agar kontinuitas penyaluran energy listrik ini berjalan dengan baik dan handal ?
Bahas dulu yang paling dasar. Pernah memperhatikan jaringan listrik yang membentang di kiri/kanan jalan-jalan/jalan raya ? atau di bawah tanah ? itulah yang menghantarkan listrik sampai ke rumah kita. Dan pernah kah mengalami kesal/sedih karena mati listrik ? tau apa penyebab nya ? yah.. begitu lah, kami pun tidak mau kalua listrik padam. Sedih rasanya hidup tanpa listrik di dunia ini. Hiks.
Trus apa solusinya ? hmm… dengan menjaga listrik tersebut. Ya menjaga nya. Hehehe. Anggap saja listrik adalah pacar/kekasih/istri/suami/orang yang kita sayangi. Ya begitulah konotasi nya guys. Kita boleh dan bebas dalam kekinian, kekiniian akan ilmu dan teknologi ya guys. Itu pasti sangat bermanfaat. Nah sebelum semakin melebar. Solusinya adalah dengan memelihara jaringan listrik tersebut agar terhindar dari hal-hal yang dapat mengganggu kontinutas/kehandalan energy listrik tersebut. Dengan cara apa ? dengan cara kekinian juga donggss guys.
Cukup dengan selfi. Cekrek upload. Hehehe.
1. Inspeksi/mengamati jaringan listrik tersebut sepanjang jaringan adakah yang sekira nya akan membahayakan jaringan listrik ? baik secara visual maupun pengukuran menggunakan alat sekalipun.
2. Pelihara/jaga secara rutin jaringan tersebut agar tidak rewel ya guys.
3. Analisa jika ada sesuatu yang mengganjal
4. Cekrek. Upload deh.
5. Buat kesimpulan dan solusinya ya.
Nah cekrek upload itu bagaimana caranya ya ? agar jaringan yang kita punya ada dokumentasi nya untuk dianalisa dan diperbaiki dah jadi ZERO gangguannya. Yaaa.. begitulah obsesi para alayers distribusi di wonderfull island ini hehehe.
Nah alayers, biasa saja menggunakan tongsis ? atau drone para alayers yang kalian biasa pakai fotografi terbang/aerial photograpy/aerial inspection dan sejenisnya. Tapi mana ya yang lebih efektif ? menggunakan drone atau tongsis? Ada plus minus nya sih. Yang saya tahu ya, mungkin ada beberapa alasan yang harus dipertimbangkan :
1. Biaya
Jika menggunakan drone tentunya akan lebih mahal biayanya dari pada tongsis. Harus disesuaikan dengan budget ya.
2. Kecepatan
Memang jika menggunakan drone mungkin memerlukan waktu yang lebih singkat dari pada menggunakan tongsis. Drone bisa kita kendalikan dari jarak jauh sekalipun, kalua tongsis kita harus menghampiri titik lokasi/tiang listrik nya satu persatu-satu.
3. Cara menggunakan
Lebih mudah cara menggunakan tongsis dari pada drone. Kalua menggunakan drone, kita harus belajar dulu cara menggunakannya.
4. Efektif
Sama-sama efektif kok, kalua kita bisa mengguunakan dengan baik. Jadii apa lagi ya bedanya ?
Lalu lebih bagus menggunakan yang mana ? ya harus dipertimbangkan dulu yah guys. Semoga jaringan listrik kita selalu aman dan terkendali. Hmmm.. jadi lebih baik inspeksi dulu ya sebelum melaksanakan PTT (Panjat Tiang Tuntas) ya ? hitung hitung hemat budget dan personil kerja dan lainnya. Senang deh listrik bisa nyala terus. Pleaseee jangan marah ya.

Fulfillment Needs of Electrical Energy Based on the Local Wisdom Concept of Tri Hita Karana

Author: AA Sagung Diah Permanasari
Abstract

35.000 MW-Project is done to fulfill the growing demand for electricity. The development of civilization and technology are growing rapidly to make electricity has also become a staple. Expected with this project, the need for electricity can be fulfilled and even distributed throughout Indonesia. Construction development continues to be encouraged in order to increase the supply of electricity to be distributed to customers. The distribution of electricity has a very important role until it reaches the customers. Electricity distribution is influenced by technical and nontechnical factors. This technical factor can be a state of the equipment on the power grid, losses (power losses), disorders of nature such as trees are closer to the electricity grid, animals perched on a network or electricity equipment and so forth. Different with the non-technical factors can be administrative, management and other work. To support the distribution of electrical power to run well to fulfill the electricity needs, a concept is necessary to be set where the concept is taken from the local wisdom of Hindus called the Tri Hita Karana.

Keywords: Project 35,000 MW, fulfillment the Needs of Electricity Based on the Local Wisdom concept of Tri Hita Karana

I. INTRODUCTION
1.1 Background

The development of a dynamic era caused more rapid changes. These changes can be seen from the need for electricity that has become a staple of society. From year to year, the need becomes increased. To fulfill the demand for electricity, the government launched a program of 35,000 MW which spread throughout Indonesia.

Very optimistic this program will be realized if only supported by adequate infrastructure. Those facilities and infrastructures include technical and non-technical sides where both have a very close relationship thus influence each other. The technical sides include generation, transmission and distribution system, while the non-technical include the form of management. The part that most directly related to customers or the public is distribution system. It does not mean that the distribution system is
the most important part. All the parts are important and interconnected to one another.

The distribution of electrical power to fulfill the electricity needs done continuously and sustainable with good reliability. Moreover, it is accompanied by a very rapid development, industrial loads, businesses and households. To follow the developments occurred, it should consider several factors. Each area in the archipelago has different developmental characteristics. It can be seen from the geographical location or the local customs and habits.

Indonesia is famous for its diverse customs and united with the motto / slogan of Bhinneka Tun ggal Ika. To fulfill the demand for electricity, it needs guidelines for doing strategy in order to be greeted positively by customers or Indonesian society. One of the Indonesia local wisdom is “Tri Hita Karana”. Tri Hita Karana is the concept of balance held by Hindus in general. Tri Hita Karana concept can be used to carry out the fulfillment of the demand for electrical power, especially in Indonesia, which is famous for its customs.

1.2 Objectives
The objective of this writing is expected to succeed the program of 35,000 MW to fulfill the demand for electricity throughout Indonesia.

  • Limitation Problem
    In this writing, the problem to be discussed is limited as follows:
    Discussing about the fulfillment of the demand for electricity in Indonesia through a program of 35,000 MW.
    2. Discussing about the fulfillment of the demand for electricity is based on the concept of Tri Hita Karana.
  1. POWER DISTRIBUTION SYSTEM
    Electrical energy generally generated by the Center for Power Plants that are far from urban areas where customers generally are. In general it can be said electric power supply consists of three elements, namely Central Generating, Transmission and Distribution. This distribution system can also be grouped into two levels, namely: a primary distribution network system and the so-called Medium Voltage Networks as well as a secondary distribution network system and the so-called Low Voltage Network.
    The distribution system in practice can be both air channel (over-head) and the underground channel. Typically, it used air duct, however, for the density of large loads, such as in cities or metropolitan areas used underground channel. The choice between air ducts and underground channel depends on a number of factors that are very different; those are the importance of continuity of care, the direction of development of the region, the comparative annual maintenance costs, capital costs and the estimated useful life (economic) system.

    III. Tri Hita Karana Concept

Lexically Tri Hita Karana means three causes of prosperity. (Tri = three, Hita = prosperous, Karana = cause). Tri Hita Karana essentially implies that the three causes of the welfare rooted in the harmonious relationship between man and God, man and the natural environment, man with human beings.
Those three relationships can be described as follows:

  1. Man with God
    Man is God’s creation, while Atman / spirit in man is a spark of greatness of God’s holy light that causes humans can live. Seen from this perspective, actually man owed his life to God. Therefore, every human being must be grateful, pray and always bow down to Almighty God. Feeling of those gratitude and devotion can be expressed in the form of worship and praise to His greatness.
  2. Man with nature / environment
    Humans live in a certain environment. Humans get daily needs from environment. Humans are thus very dependent on the environment. Therefore man should always pay attention to the situation and environmental conditions. Environment must be maintained and preserved and not destroyed. Environment should be kept clean and tidy. The environment must not be soiled or damaged. The trees in the forest should not be cut all; the animals may not be hunted arbitrarily, because it can disturb the balance of nature. The environment should be kept tidy, balanced and sustainable. The environment arranged in a neat and clean will create beauty. The beauty of the environment can create a sense of calm and peace in human beings.
  3. Man with human beings
    As a social creature, man cannot live alone. They need help and cooperation with others. Because of that, the relationship among human beings must always be good and harmonious. Human relations should be regulated on the basis of asah, asih, and asuh, which mean respect, love and guide each other. Relationship between the family at home should be harmony. Relationships with other people must also be harmony. This relationship will bring security and peace of mind in the community. A safe and peaceful society will create a peaceful and prosperous country.

By applying the Tri Hita Karana steadily, creatively and dynamically, it will create harmonious life which includes the integral human development that devote to the Almighty God, love for the environment preservation and live in harmony and peace with each other.

  1. ANALYSIS OF FULFILLMENT NEEDS OF ELECTRICITY BASED ON TRI HITA KARANA CONCEPT

One of the problems we need to solve is how to fulfill the needs of electrical energy, because based on the observations showed that electrical energy consumption is always increased. In a series of steps or actions to be able to fulfill the electricity needs at certain time, we have to make plans. Plan is a series of activities or processes in which among other things stipulates the need (energy) at some time in the future and ways to fulfill those needs. One of them is through a program of 35,000 MW.

The program will spread throughout Indonesia so that electricity can be distributed evenly so it can fulfill the demand for electric energy in every area. In succeeding this program, needed a concept or way that can be done well, namely through the concept of Tri Hita Karana.

Talking about electricity, the concept of Tri Hita Karana can be set as guidelines. The relevant elements: the relation between electricity and nature, electricity and human, electricity and electricity. These three elements are expected to be harmonious and balanced.

The first is the relation between electricity and nature which certainly has a deep meaning. Electricity and nature are expected to have a good relationship. Electricity generated from the generation process, of course requires the involvement of nature. For instance to operate electrical generation is needed to establish the land, raw materials or ‘food machine’ to generate electricity. Thus, there should be a review and assessment of what is suitable to be applied on the area to its natural balance.

The second is the relation between electricity and humans. Electricity also does have to get along well with people. Bad relationship may arise due to the public’s disapproval of the plan or PLN decision in order to fulfill the electricity demand in Indonesia. PLN socialization has an important role so that the public believe in PLN plan or PLN decision will not harm the public, both disadvantages in security, customs or any other thing as well as the PLN can ensure a balance between society and electricity in maintaining electricity demand in Indonesia.

The third is the relation between electricity and electricity. It sounds a little strange electrical power remains connected therein. Electricity can have problems caused by the electricity itself, such as an interruption between phases, in which electricity is “thrashing” that occurs short circuit. It can also be caused by a broken tool or component used. Therefore it is necessary to anticipate in order avoiding “fighting” among electricity for example by doing routine periodic maintenance, or inspection network.

  1. CLOSING
    The conclusion that can be stated based on the discussion above is to succeed the 35,000 MW program then it is better applied to the concept of Tri Hita Karana in the distribution of the electrical energy so that can be channeled in a continuous and reliable in fulfilling electricity needs.

REFERENCES
[1] Tri Hita Karana in Hinduism. [On line]. Available: http://www.babadbali.com/canangsari/trihitakarana.htm
[2] Tri Hita Karana. [On line]. Available: https://id.wikipedia.org/wiki/Tri_Hita_Karana
[3] Basri, Hasan. 1997. Electric Power Distribution System. Jakarta: ISTN
[4] of 35,000 MW to Indonesia. [On line]. Available: http://www.pln.co.id/wp-content/uploads/2015/04/35000-MW2.pdf

 

The Wisdom of Electricity for a Better Life

No Body is Perfect begitulah orang sering mengatakan. Sesuatu hal yang tidak mungkin jika ada yang benar benar Sempurna kecuali Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi PT. PLN (Persero) suatu misi yang I’m Possible banget untuk bisa mencapai limit (mendekati) kesempurnaan, kalau dalam matematika ya ada pelajaran limit namanya (hehhehe tak terhingga jawabannya juga ada). Misi untuk menerangi seluruh Nusantara ini. PLN akan terus berusaha melakukan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia.

Bagaimana pendapat anda mengenai PLN ? mungkin yang anda ketahui, PLN adalah Perusahaan Listrik Milik Negara yang mengurusi segala sesuatu tentang listrik. Mau pasang listrik (Pasang Baru)? ke PLN, mau tambah daya? PLN dong, mau pasang daya sementara? PLN juga ya, ada keluhan mengenai jaringan listrik? Keluahan gangguan listrik ? PLN semua. Yup PLN akan selalu membantu dan melakukan yang terbaik untuk menanganinya.

Nah, berdasarkan pengalaman saya menjadi konsumen listrik. Bukan pengalaman sih, sekarang pun masih menjadi konsumen listrik. Saya sebagai konsumen pasti menginginkan mendapat pelayanan yang terbaik dari PLN. Bagaimana dengan anda ? saya rasa sama hehehe 🙂

Apa yang paling kamu ingat tentang PLN ? pasti deh mengenai kelemahan PLN. Ingatkah Prestasi dan pengabdian PLN ? 🙂 pada pembahasan kali ini, ayo mulailah berpikir positif tentang PLN 🙂 jangan membahas mengenai padam ya (pemadaman listrik). Misalnya saat menonton film favorite/mengerjakan tugas, semua jadi gelap gulita. Langsung deh inget PLN. Cckckck. (pengalaman). Tapi taukah kamu ? Bagaimana Listrik bisa padam ? apakah itu sepenuhnya salah PLN ? apa kamu pernah berpikir demikian ?

Kamu harus mengetahui penyebab pemadaman listrik yang terjadi, kita mulai dari lingkup yang terkecil dulu ya.

  1. Bisa saja terjadi kesalahan pada instalasi listrik kamu dirumah (pemadaman lokal dirumahmu saja). Bisa cek kilo meter listrik kamu ya. Bisa pemutus (mcb) nya yang berbeban lebih, konslet, hubung singkat dan sebagainya. Kalau nggak ngerti coba minta tolong sama tukang listrik terdekat ya atau lebih kerennya teknisi, tapi bisa juga telepon call centre PLN (kode dareah) 123. Siapa tahu petugas pelayanan kami bisa membantu.
  2. Bisa terjadi karena kabel SR (sambungan rumah) yang putus atau terganggu akan hal eksternal lainnya.
  3. Bisa jadi ada gangguan pada gardu listrik (jika rumah lain ikut padam yg saluran kabelnya searah dengan rumahmu)/ satu gardu/sejalur. Gangguannya bisa ada binatang yang nyangkut di gardu, atau NH fuse/NT Fuse nya ada arus lebih, gardu meledak karna overload dan lain sebagainya.
  4. Gangguan pada penyulang (banyak gardu yang padam) banyak rumah yang akan padam, yang nggak sejalur sama kamu pun bisa ikut padam (masih dalam satu penyulang). Bisa karena ada gangguan jaringan tertimpa pohon, ada binatang, layang-layang dan lain sebagainya (OC/Over Current/Arus Lebih), (EF/Eart Fault/Fasa Tanah).
  5. Gangguan pada sumber/pembangkit listrik nya yaitu dapat menyebabkan semua rumah pada satu daerah yang sama padam (pembangkitnya sama). Atau biasa sering disebut blackout. Ini nih yang sangat di khawatirkan PLN.
  6. Oya, kelupaan ni lagi satu. Pemadaman listrik bisa saja terjadi karena sedang dilakukan maintenance (pemeliharaan) pada peralatan jaringan listrik, agar peralatan bisa berfungsi secara maksimal.

Jangan marah ya sama PLN kalau padam listriknya. Pleaseeee…

Soalnya PLN selalu akan berusaha memberikan yang terbaik, gangguan yang disebabkan oleh force majure/ kesalahan teknik dan lainnya itu datang nya nggak terduga. Jadi PLN hanya bisa mengantisiopasi. Berterimakasih pada sahabat kita yang rela begadang demi kelancaran dan kehandalan supply listrik kita agar terus biasa menyala ya. Pegawai/Outsourching terimakasih dengan dedikasi yang sama 🙂

Bukan Cuma dokter/perawat/bidan/pegawai bank/programer/wirausaha aja lho yang rela begadang demi tugas dan pengabdiannya. PLN juga 🙂 terutama teman-teman di bidang operator dan lapangan serta pengawas yang langsung menanganinya. Salut deh sama mereka. Jam berapapun ada gangguan mereka harus tetap bekerja keras untuk memperbaikinya. Semangat sahabat ! PLN ada juga kok kerja siftnya (bergiliran 24 jam). Udah tau belom ? pasti belom ya 🙂

Oke lah, kalau sudah tau apa yang bisa menyebabkan listrik padam kita akan lanjutkan sesi selanjutnya, yaitu cara penanganan gangguan yang terjadi. Apasih Upaya PLN ?

  1. Terus melakukan pemeliharaan peralatan secara rutin. Melakukan inspeksi jaringan, perabasan pohon yang sudah mendekati jaringan, sambang gardu/bersih bersih gardu, meeting gardu, optimasi trafo, uprating trafo, uprating konduktor dan kegiatan teknik lainnya yang bisa meningkatkan kualitas kehandalan penyulang.
  2. Memperbaharui sistem dan terus update peralatan yang berkualitas dan berteknogi yang bagus bahkan yang terbaru teruptodate, gunanya sama juga untuk meningkatkan kontinuitas penyaluran energi listrik. Misalnya memasang LBS/PMCB/Recloser dan peralatan lainnya (melokalisir/memepersempit daerah padam).
  3. Meremote jaringan listri dengan SCADA. Memonitoring jaringan listrik melalui modem/gsm/ataua alat yang terpasang pada jaringan listrik agar bisa dimonitoring secara online agar letak gangguan segera diketahui atau lebih mudah mengontrol jaringan.
  4. Melakukan pemadaman bergilir. Pleaseee jangan marah ya. Pemadaman bergilir ini dilakukan jangan kira tanpa alasan ya, seperti pacar/kekasih kamu menggantungkan cinta mu wkwkwkkw. Ini tentu ada alasannya. Ini dilakukan karena kekurangan energi listrik (pembangkitan) untuk menghasilkan energi listrik pada saat beban puncak biasanya. Untuk mengjindari terjadi beban lebih (pemakai listrik lebih banyak dari pada energi listri yang tersedia) sehingga bisa terjadi blackout sistem.
  5. Dan masih banyak lagi yang PLN lakukan untuk kalian. Ingat juga ya kalau terjadi keluahan/gangguan listrik yuk telpon ke call centre PLN (kode daerah) 123 mau pasang barus listrik dan tambah daya juga bisa tanya. liat web nya juga bisa klik di www.pln.co.id

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik, itu lah harapan PLN. Menggunakan listrik dengan bijak (Wisdom). Kebijakan Listrik itu adalah bagaimana cara PLN memberikan energi listrik secara bijak dengan kualitas yang baik, dan kamu juga harus bisa menggunakannya secara bijak dengan kebijaksanaanmu. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, Pleaseee jangan marah ya …

Emansipasi Derajat Wanita Bali

Perkenalkan nama lengkap saya, Anak Agung Sagung Diah Permanasari, biasa di panggil Sagung/Diah/Gung Diah/Sagung Diah (yang mana saja boleh). Kadang juga saya dipanggil encik/Ncik. Saya tertarik sekali membahas mengenai derajat wanita, khususnya di Bali. Kenapa saya tertarik ? bukan karna lagi trend atau apa. Itu karna saya harus memperjuangkan derajat wanita Bali. Wanita Bali juga bisa meneruskan garis keturunan. Itu karna saya berasal dari keluarga yang semuanya terdiri dari perempuan saja (terkecuali ayah saya). Saya anak ke dua dari lima bersaudara yang semuanya perempuan.

Kalau di Bali, yang dianggap bisa meneruskan garis keturunan adalah anak laki-laki. Makanya kebanyak orang Bali pasti mengharapkan mempunyai anak laki-laki. Katanya kalau anak perempuan sesudah menikah adalah seutuhnya sudah menjadi milik keluarga laki-laki. Uft.. itu yang terkadang tidak bisa saya terima. Anggap saja saya, seorang perempuan yang dilahirkan dari rahim ibu saya (anak kandung) nanti setelah menikah dianggap sudah keluar dari rumah istilah kasarnya. Huft. Menurut saya ini tidak adil dan tidak mengedepankan asas hak asasi manusia, yaitu setiap manusia mempunyai derajat yang sama.

Memang ini adalah bagian dari budaya yang melekat dan sudah turun-temurun. Alangkah baiknya kita tetap melestarikan budaya tersebut. Nah apa yang harus dilakukan untuk menyamakan derajat wanita dan laki-laki Bali ini? Ya dengan mengadakan dan memberlakukan awig awig disetiap daerah dengan membolehkan perkawinan “pada gelahang” yaitu wanita dan laki-laki sama-sama bisa meneruskan garis keturunan.

Dan hal yang paling saya tidak setuju juga adalah katanya anak laki-laki lah yang nantinya akan bisa mengantarkan orang tuanya ke surga kelak nanti. Seperti simbol yang dilakukan yaitu yang boleh manaiki Lembu (pada saat upacara Ngaben adalah anak lelaki), harusnya perempuan juga diperbolehkan juga. Yang naik ke wadah pun harusnya perempuan boleh juga. Simbol tetaplah menjadi simbol dan dilestarikan. Yang terpenting adalah kita menghayati makna yang terkandung di dalamnya. Wanita juga bisa mengantarkan orang tua ke surga kok 🙂

Dan kembali lagi kepada karma, itu saja. Lelaki maupun perempuan itu sama derajatnya. Lestarikan budaya, budayakan makna yang bijaksana.

Saya wanita, keluarga saya semua perempuan (terkecuali ayah saya) saya akan buktikan bisa memenuhi kewajiban dan hak yang sama seperti anak lelaki. Hidup Derajat Wanita!

Membuat Rekapitulasi Gangguan Penyulang OC/EF dan Temporer/Permanen

Dear Blog,

Seperti biasa, waktu tidak akan terasa dan berjalan sangat cepat jika kita dapat menikmati waktu tersebut. Saking fokusnya kerja, waktu tidak lagi menjadi batasan. Selagi masih mampu dan fokus. Sepertinya baru sedikit yang saya kerjakan, waktu berjalan sangat cepat. Harus fast nih kerjanya, biar nggak waktu aja yang bisa fast, kita juga musti fast. Lebih cepat lebih baik. Tetapi selain harus cepat, harus tepat juga ya kawan.

Kebetulan tadi saya mengerjakan rekapitulasi gangguan penyulannya, lumayan juga ya ngerekap data banyak, harus teliti. Usut kali usut, ada nggak ya program untuk merekap data, counting gitu, di excel kan ada tuh fungsi count. Hehehehe. Beginilah nasib kalau nggak ngerti bahasa pemrograman, jadi nggak bisa buat sendiri. Hehehehe. Maklum IQ standart.hehhee.

Pada rekap ini saya merekap jumlah gangguan yang terjadi baik OC (Over Current) dan EF (Earth Fault) maupun yang temporer dan permanen, dibuatnya secara terpisah.

Untung ada filter di excel. Hehhe. Ya mempermudahkan jadinya. Tapi kalau ada programnya lebih mudah lagi. Hehehe.

Bisa nih buat Tugas akhir/Skripsi program untuk gangguan penyulang, yang connect langsung mungkin dengan penyulangnya. Terus monitor sendiri deh, bagaimana dengan mengetahui indikasi gangguannya? Pakai sensor mungkin bisa? #Edisisoktahu

Tapi jaringan listriknya harus terintegrasi SCADA dong ? iya sepertinya. Pakai modem apa GSM? Nggak begitu tahu lah, bagaimana cara kerjanya kalau trip bisa termonitor di program. Heheh. Bagi yang pinter mikrokontroler nih atau elektronika.

Ya begitulah semakin yang banyak kita tahu, bahwa masih banyak yang belum kita tahu. Semakin tahu, semakin bodoh aja nih ngerasa. Heheheh.

Selamat beristirahat. Udah jam setengah tujuh malam nih. Sekarang waktunya pulang. See you.

Tips Membuat RAB Penyerapan Anggaran Investasi 2016 (LVTC Keropos & Uprating)

Dear Blog,

Kemarin saya nggak sempat update aktivitas kontrol ke blog, soalnya mau menjenguk teman yang sedang sakit. Kemarin sekitar jam setengah 7 malam saya masih di kantor, mulai berpikir kondisi juga biar nggak terlalu kecapean. Apalagi banyak teman yang sakit nih.

Kemarin seperti biasa saya membuat laporan harian FGTM (Gangguan Penyulang) serta membuat RAB yang masih pending. Akhirnya sudah selesai saya kerjakan. RAB yang penyerapan AI nya saja tapi. RAB yang lain masih menunggu untuk diselesaikan.

Hari ini tinggal tunggu koreksi dari atasan. Semoga nggak banyak koreksi. Hehehehe. Soalnya sudah saya buat selangkap-lengkapnya dan sebaik-baiknya. Mudah mudahan.

Buat RAB ini seru (kalau udah ngerti). Pegang aja kuncinya dalam membuat RA, yaitu :

  1. Tahu dan mengerti Formatnya seperti apa (paham kerangka RAB)
  2. Tahu material apa yang diperlukan dalam membuat RAB
  3. Tahu pedoman harga nya (baik harga material dan harga upah/jasanya), biasanya tiap tahun berubah lho

Jadi, inget aja 3T. Tahu Tahu dan Tahu. Tahu kerangkanya, Tahu Materialnya, Tahu Harganya. Tahu Tempenya. Becanda dink.

Kalau masih bingung juga, sering sering nanya ya sama senior. Hehehehe.

Nah kalau didistribusi, salah satu contohnya adalah mengenai jasa pengangkutan material. Misalkan ada kabel AAAC/AAACS/LVTC sepanjang xxxx meter, berapakah beratnya ? tentu kita harus tahu pedomannya. Pada pedoman misalnya tercantum berat kabel permeter nya, nah tinggal dikalikan saja.

Hal-hal kecil seperti itu jangan sampai dilewatkan ya. Kita juga harus paham. Bukan hanya sekedar tahu ya (tapi tempe juga). Heheh. Walaupun kita tahu, nggak ada salahnya kan kita bertanya. Siapa tahu pemahannya ada yang salah.

Selamat bekerja. Jangan malu bertanya, agar tidak salah pemahaman ya.

Nusa terang benderang 🙂

Memeriksa Laporan Pelayanan Teknik (Yantek) 2015

Dear Blog,

Liburan hari raya telah usai, setelah cuti hari raya Nyepi, kembali melayani rutinitas untuk bekerja. Seperti biasa sementara meninggalkan kampung halaman (Bali) dan kembali merantau ke Lombok untuk mencari penghidupan. Cie cie… tetap semangat, berusaha, selalu ingat berdoa.
Hari senin adalah hari untuk pemanasan setelah otak lumayan lama beristirahat. Banyak kerjaan yang pending, yang belum saya kerjakan, diantaranya : (untuk mereview saja)
1. Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk penyerapan Anggaran Investasi 2016. Saya kebagian tugas membuat yang LVTC Rusak/Keropos dan Uprating, penggantian AAAC ke LVTC
2. Rencana Anggaran Biaya (RAB) Perluasan JTR dan penggantian LVTC Rayon Selong
3. Pemeliharaan dan perbaikan tegangan ujung Rayon Praya
4. Memasukkan data gangguan penyulang dari tanggal 3 Februari 2016 ke MGT serta eksesusi dari bulan Januari 2016
5. Memeriksa laporan pelayanan teknik dan mebuat berita acara denda yantek
6. Membuat laporan untuk KPI pengukuran dan penyeimbangan gardu dari Januari 2016
7. Membuat laporan SAIDI SAIFI
8. Laporan Evaluasi pekerjaan Yantek
Sementara itu yang saya ingat saat ini, tapi tetap semangat dan selalu lakukan dengan tulus. Semoga hasilnya baik.
Pekerjaan yang saya lakukan seharian tadi adalah membuat laporan harian FGTM (Penyulang) dari tanggal 3 hingga 13 Maret 2016 yang telah terpending waktu saya cuti. Kemudian memeriksa/evaluasi laporan yantek, baru selesai satu zona saja (50%) itu pun ada yang bolong-bolong.

Adapun jenis laporan yantek adalah sebagai berikut : (laporannya yang dibuat PLN adalah work order nya dan berita acara pemeriksaan pemeliharaan gardu, pemeriksaan hasil pengukuran gardu, pemeriksaan perambasan)
1. Inspeksi JTM
2. Inspeksi JTR
3. Inspeksi Gardu
4. Pemeliharaan jaringan
5. Pemeliharaan gardu
6. Perabasan
7. Pemerataan beban
8. Optimasi gardu

Tetap semangat !!!!!
Memang laporan yantek itu tebel tebel nya minta ampun. Tapi kalau sudah mengerti, bisa kok dikerjakan. Kalau yang nggak ada rekapannya, ya harus review liat laporannya. Ya begitulah pekerjaan saya hari ini. Tapi saking asyiknya kerja, waktu terasa berjalan amat cepat lho.
Sekarang saja semua teman di ruangan saya sudah sudah pulang. Tinggal saya sendiri di ruangan, eh.. nggak sih sendiri. Ada Pak petugas kebersihan (Pak Nok). Ehehhehehe… maunya sih lembur, sambil wifian di kantor tapi nggak ada temennya.hehehh.. setelah update blong ini dan membuiat kontrol aktivitas, saya pulangg.. (pulang ke kos).
Terimakasih Tuhan atas hari ini. Semoga hari esok bisa lebih baik dari hari ini.
Nusa pasti terang benderang !

Jangan lupa bersyukur ya.